Monday, December 7, 2020
Didalam Kasih tidak ada Ketakutan
1 Yohanes 4:18-21 TB
https://www.bible.com/bible/306/1jn.4.18-21.tb
Sent from my iPhone
Sunday, November 22, 2020
Nov 22,2020 - SIAPKAH JIKA TUHAN MERUSAK KARPET ANDA. Pst Yohanes
MARI KITA BERENDAM DALAM HADIRATNYA. Ester 2:12 Ester harus mengalami suatu proses utk menjadi wangi dan siap menghadap raja, demikian juga dengan kita sebagai pengantin wanita yg akan disandingkan dengan pengantin Pria yaitu Yesus Kristus maka kita harus juga melalui proses yaitu selalu berendam dalam Hadirat Tuhan sampai kita siap menghadap Tuhan
TETAP FOKUS KEPADA TUHAN, Ester 2:15 sekalipun disekitar kita mengagumi kita tapi kita harus tetap fokus kepada Tuhan dan tidak tergoda dengan segala yg ada disekeliling kita yg akan menjauhkan kita dari Kasih Tuhan
BERJUMPA DENGAN RAJA SEGALA RAJA, Ester 2:16-17. Waktu kita sdh siap dan hidup kita sdh diubahkan menjadi seturut dan serupa dengan Tuhan maka kita akan menjadi pribadi yang siap utk bersanding dengan Tuhan dan hidup kita akan menjadi berkat bagi banyak orang utk juga memiliki keinginan yg sama untuk terus mendekat kepada Tuhan dan menjadi siap.
Sent from my iPhone
Sunday, November 8, 2020
Nov 8, 2020: BERILAH AKU SUATU KEHIDUPAN BARU, Pdt Yohanes
Kejadian 32:22-30 TB
Arti Nama Yakub adalah Penipu dan memang Yakub sdh menipu Bapaknya dan Kakaknya sehingga Yakub hrs melarikan diri dan didalam pelariannya Yakub menuai apa yg dilakukan krn dia di tipu oleh Laban sampai Yakub berubah dan Tuhan memberikan Nama baru yaitu ISRAEL
Melalui semua cerita ini menggabarkan bahwa perubahan hidup yg baru akan membawa dampak yg baik bagi orang disekitar kita.
BAGAIMANA KITA MENGALAMI KEHIDUPAN YG BARU YAITU:
KITA HARUS MENGALAMI PERJUMPAAN DENGAN TUHAN. Krn perjumpaan kita dengan Tuhan pasti akan merubah kehidupan kita menjadi baru dan orang2 disekitar kita akan mengalami hal2 yg baik
MENYENANGKAN DAN MENGEJAR HADIRAT TUHAN. 2 Sam 14:28. Pada saat kita menyenangkan hati Tuhan dan mengundang Tuhan datang dlm hidup kita maka Tuhan akan hadir didalam kehidupan kita yg akan membawa perubahan yg luar biasa dalam hidup kita
KITA HARUS LAPAR DAN HAUS AKAN KEBENARAN TUHAN. Allah itu rindu utk kita terus bersekutu dengan Tuhan , ada berkat khusus yg Tuhan sediakan buat kita yg mengasihi Dia. 2 Kor 5: 7
Tuhan Yesus memberkati
Sent from my iPhone
Sunday, November 1, 2020
Nov 1,2020. Nyalakan terang kemuliaan Mu
"Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu."
Yesaya 60:2-3 TB
Hari2 ini gereja Tuhan rindu agar Lawatan Tuhan terjadi dan terang KEMULIAAN Tuhan dinyalakan. Krn pada saat Terang Kemuliaan Tuhan turun maka akan banyak terjadi pertobatan dan akan diperlihatkan antara kebenaran dan dosa sehingga orang yg berdosa akan meninggalkan dosa dan mencari Tuhan krn terang itu sdh datang.
Bagaimana caranya Terang Kemuliaan Tuhan dinyalakan:
Bayar harga untuk membuka Surga supaya terang Kemuliaan Tuhan turun. Harus ada orang yg mau bayar harga utk melakukan sesuatu untuk membuka pintu Surga
Hadirat Nya melucuti Kuasa Kegelapan (Yes 60:2-3). ketika Hadirat Tuhan turun atas kita maka pintu surga terbuka dan segala kegelapan akan dihancurkan dan iblis dikalahkan. Kita lihat Luk 10:18-2
Wah 3:20 Berdoalah dan sembahlah sampai pintu Surga terbuka, melalui doa dan penyembahan yg sungguh2 maka Hadirat Tuhan akan turun dan Kuasa Tuhan akan turun dan memampukan kita untuk bergerak dan memenangkan banyak jiwa2 dan mengalahkan musuh tapi satu yg harus kita ingat utk tidak menjadi sombong dan bersuka akan semua itu akan tetapi kita bersuka krn Nama kita terdaftar di Surga.
Saat Hadirat Tuhan turun maka yg sakit disembuhkan dan mujizat Tuhan terjadi, krn itu kita harus terus mendekat kepada Tuhan berdoa dan menyembah Tuhan dengan sungguh2 dan minta Hadirat Tuhan turun krn saat Hadirat Tuhan turun memenuhi kita maka Mujizat Tuhan pasti terjadi dalam hidup kita dan Kuasa Tuhan dinyatakan dalam hidup kita.
Tuhan Yesus memberkati
Sent from my iPhone
Friday, September 20, 2019
Prinsip Kepemimpinan Alkitabiah - Pdt Markus Daniel Wakarry
Sebagaimana juga suatu bangsa, demikian pula Gereja yang tengah bertumbuh dan bergumul dalam dunia yang penuh goncangan dan krisis, memerlukan pimpinan yang solid, yang kekuatannya bertumpu pada asas-asas kepemimpinan yang Alkitabiah.
Berikut ini, saya merumuskan 12 Prinsip Kepemimpinan Alkitabiah sebagai kunci keberhasilan pemimpin gereja:
Prinsip I:
Dipanggil dan ditetapkan oleh Allah
Dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian baru, Alkitab mengggariskan bahwa pemimpin umat Tuhan adalah dipanggil dan ditetapkan oleh Allah: Musa dan Yosua (Kel. 3:10, Yosua 1:1-3); Saul dan Daud (I Sam. 16:12-13); Rasul-rasul (Mark 3:13-18); Lima Jawatan Gereja (Ef. 4:11-13); Penatua-penatua dan penilik-penilik di jemaat-jemaat lokal (Kis. 14:23, 20:28).
Alkitab menerapkan bahwa pemerintahan gereja bersifat teokratis. Bukan otokratis, bukan birokratis dan bukan pula demokratis. Dalam sistim teokrasi, Allahlah yang memilih, memanggil dan memperlengkapi orang-orang tertentu menjadi pemimpin dan pemerintah bagi umatNya. Tuhan juga yang mendelegasikan suatu ukuran otoritas kepada para pemimpin gereja, sesuai kehendakNya, dan untuk melaksanakan tugas-tugas, serta mencapai tujuan-tujuan, dalam kerangka rencanaNya
Para pemimpin gereja adalah pengabdian memenuhi panggilan, karena itu pemimpin gereja bukanlah suatu profesi, tetapi panggilan pelayanan. Dalam gereja Tuhan di Perjanjian Baru, Yesus Kristus adalah Kepala Gereja — Gereja atau Jemaat adalah Tubuh Kristus (Efesus 1:22-23). Yesus menjadi pusat atau sentra gereja (Wahyu 5:6, 1:13). Dia, Kepala dari Gereja – yaitu jemaat yang lintas suku, kaum, bahasa, bangsa, denominasi, segmen dan strata masyarakat. (Galatia 3:28).
Gereja yang universal dari semua penjuru dunia ini. (Matius 16:18). Sebagai pelaksana kepemimpinannya dalam gereja universal, Tuhan mendelegasikan fungsi-fungsi kepemimpinan kepada: Rasul-rasul, Nabi-nabi, Penginjil-penginjil, Gembala-gembala, Pengajar-pengajar. (Efesus 4:11). Masing-masing dengan pelayanan khusus. Namun semuanya meraih suatu sasaran: dunia yang diinjili dan gereja yang bertumbuh menjadi sempurna (Efesus 4:12-16), Matius 28:18-20).
Dalam gereja lokal ditetapkan penatua-penatua (presbuteros) dan penilik jemaat (episkopos). Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul menetapkan penatua-penatua (Kisah 14:23, Titus 1:5-9). Paulus juga menyebut penilik jemaat (Kisah 20:28, Filemon 1:1, I Timotius 3:1-7). Juga ada diaken (diákonos) yang menjadi pembantu pimpinan (Kisah 6:4-6, I Timotius 3:8-13). Rasul Yohanes mengaku dirinya sebagai penatua (II Yohanes 1:1, III Yohanes 1:1). Rasul Petrus juga (I Petrus 5:1).
Dalam organisasi gereja, terdapat juga para pemimpin struktural seperti dalam GPdI. Sifat kepemimpinan dalam organisasi adalah pemimpin atas pimpinan, seperti pimpinan atas gembala-gembala. Dan gembala-gembala sebagai pimpinan jemaat lokal. Karena penetapan pemimpin dalam organisasi menurut konsensus, dipilih dari antara pimpinan (para gembala, pengajar atau penginjil), menurut aturan yang telah disepakati, dan tetap berlandaskan Firman Allah.
Prinsip II:
Pemimpin harus diurapi Roh Kudus
Dalam Perjanjian Lama jawatan strategis pada umat Israel yaitu Raja, Imam dan Nabi, dilantik atau disahkan dengan cara pengurapan minyak. Dalam Perjanjian Baru minyak urapan adalah metáfora untuk Roh Kudus. Yesus Kristus, Kepala Gereja, menjadi contoh. Ia diurapi dengan Roh Kudus dan kuat kuasa (Kisah 10:38). Rasul-rasul harus menunggu di Yerusalem untuk menerima Roh Kudus (Kisah 2:1-4). Paulus juga mengalami pengurapan yang sama untuk panggilannya (Kisah 9:17).
Diurapi dengan Roh Kudus dan Kuasa, menurut hemat saya, bukan sekedar pengalaman kepenuhan Roh Kudus dengan tanda bahasa roh, melainkan juga pengurapan khusus untuk misi atau tugas khusus, seperti Yesus (Kisah 10:38, Matius 3:16-17). Roh Kudus mengaruniakan kuasa dan kesanggupan (dunamis Kisah 1:8) kepemimpinan, baik kemampuan intelektual maupun spiritual. Pengurapan harus dipelihara, harus proaktif, harus aktual dan selalu dibaharui. Pemimpin gereja mutlak memerlukan pengurapan Roh Suci, sebagai keabsahan pelayanannya.
Prinsip III:
Pemimpin harus jadi Teladan
Seorang pemimpin gereja wajib menjadi teladan atau contoh (Ibrani 13:7, I Timotius 1:16, 4:12, I Petrus 5:3). Banyak pemimpin adalah ahli – dan seharusnya demikian. Juga banyak yang pandai bicara – dan itu juga satu talenta yang baik. Namun, lebih penting, bahwa ia dapat menjadi contoh dalam semua hal yang diajarkannya.
Pemimpin dalam Alkitab adalah seorang yang berjalan di depan dan domba-domba mengikut dari belakang. Dalam perang modern dewasa ini, para jenderal memegang komando dari markas komando, menentukan strategi, sasaran serangan, Namun tidak lagi berada di medan tempur barisan depan.
Dalam strategi Tuhan, pemimpin harus berada di barisan depan. Memberi komando dan diikuti anak buah. Ia menjadi sasaran terdepan dari musuh. Ingatlah disamping harus menjadi teladan dalam unsur-unsur Illahi seperti iman dan kasih, dalam soal moral: kekudusan pernikahan. Tak kalah pentingnya soal karakter: tingkah laku, sopan-santun, tidak angkuh, dlsb.
Dalam hal integritas yakni moral kejujuran, pengabdian. Dan kredibilitas: dapat dipercaya, teguh dalam prinsip. Di samping semua itu, pemimpin juga disorot kehidupan pribadinya, perkawinannya, rumah tangganya, anak-anaknya, dll. Sebagai pemimpin teladan, kita menjadi panutan yang transparan. Anggota melihat kita, memperhatikan kita dan mencontoh kita. Seorang pemimpin ialah pengatur (proistemi), yang berarti berdiri di hadapan memimpin, mengatur, mengarahkan dengan praktek.
Prinsip IV:
Pemimpin harus memiliki standar Moral dan Karakter
Harus hidup Kudus. Kalau kita membaca kualifikasi seorang penatua atau penilik jemaat dalam I Timotius 3:1-7dan Titus 1:5-9, bagian terbesar dari persyaratan pemimpin rohani adalah moral dan karakter. Kemurnian, kesalehan dan kekudusan adalah prinsip dasar dari para pemimpin rohani. Kehidupan nikah, pengelolaan keuangan, pengendalian temperamen, pembinaan rumah tangga, sifat perilaku, percakapan, dlsb. menjadi unsur-unsur penting pembinaan moral dan karakter.
Rasul Paulus mengingatkan para pemimpin: "jagalah dirimu" kemudian baru "jagalah seluruh kawanan" (Kisah 20:28). Itu sebabnya sering dikatakan bahwa pemimpin rohani harus berkarakter, harus memiliki integritas.
Kebiasan-kebiasaan buruk acap kali kita kategorikan sebagai "kelemahan manusiawi" dan dianggap sah-sah saja. Padahal kemurnian moral dan karakter tidak boleh kita anggap hal lumrah sebab Kemurnian moral atau "bejana yang bersih" sangat menentukan karya pengurapan Roh Kudus.
Di zaman sekarang, terasa sekali betapa sulitnya hidup kudus. Godaan uang, pergaulan, kehidupan enak, kedudukan, kehormatan, godaan film dan literatur, keterbukaan soal-soal seksual, membenarkan dusta, dll tidak luput menghadang para pemimpin rohani. Tetapi pegangan kita tidak boleh bergeming: "hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu". (II Petrus 1:15).
Pemimpin yang dipanggil oleh Tuhan harus memiliki hidup kudus, dan jangan terkena pencemaran (Roma 12:1,2, I Korintus 6:19-20, I Petrus 2:6, 2 Korintus 6:12-16).
Prinsip V:
Pemimpin harus memiliki Visi
Harus visioner. Para pemimpin gereja pada zaman "paling akhir" yang luar biasa ini, yang ingin menjadi mitra Tuhan dalam pembentukan tubuh Kristus, dalam penginjilan Global, harus merupakan pemimpin-pemimpin visioner. Abad 21 sudah di depan kita, abad dengan sebutan era globalisasi. Karenanya, para pemimpin dunia selalu dianjurkan memiliki visi global. "Bila tidak ada wahyu (vision), menjadi liarlah rakyat". (Amsal 29:18).
Umat yang tidak memiliki pemimpin visioner akan salah arah atau berputar-putar di tempat – tidak maju walaupun tidak mundur. Seorang pemimpin dari Tuhan harus memiliki visi, juga dari Tuhan, seperti Abraham (Kejadian 12:1-3). Visi adalah suatu pandangan rohani yang jauh ke depan, menjangkau hal-hal yang besar, dahsyat, ajaib, tidak mungkin dan mustahil. Visi adalah pandangan iman, yang tak terbatas indra mata dan kadar intelegensia. Visi berhubungan erat dengan iman (II Korintus 5:7, Efesus 1:18-20, 3:20) dan dengan rencana Tuhan ( I Korintus 2:9, Ayub 42:2). Visi dapat diperoleh dari Firman Tuhan dan dari Roh Kudus.
Pemimpin gereja minimal harus memiliki 4 visi strategis ini: 1) Visi globalisasi Injil (Markus 16:15, Matius 28:18-20, Kisah 1:8, Roma 1:5, Matius 24:14, Wahyu 5:9) dan pekabaran Injil lintas budaya; 2) Visi Gereja Tubuh Kristus (Efesus 4:12,16) mempelai Kristus (Efesus 5:23-25) dan visi gereja lintas denominasi; 3) Visi Gereja Lokal dan pertumbuhan gereja lokal (Kisah 20:28, Kisah 14:23); 4) Visi Karya Roh Kudus Akhir Zaman (Kisah 2:17-19), yang lintas dan di atas segala-galanya (Kisah 2:17-19). Visi global, walaupun ruang lingkup pelayanan kita lokal.
Untuk mengimplementasikan visi, pemimpin harus mengembangkan dan menggunakan strategi. Strategi mencakup pertumbuhan pelayanan, peperangan rohani dan persekutuan atau kebersamaan. Seorang pemimpin haruslah seorang visioner.
Prinsip VI:
Pemimpin harus memiliki pengetahuan dan rajin belajar
Harus memiliki kemampuan intelektual. Raja Salomo adalah pemimpin yang berdoa kepada Tuhan memohon hikmat dan pengetahuan. (II Tawarikh 1:10). Dalam buku Amsal kita dapat membaca betapa substansialnya Hikmat dan Pengetahuan. Nabi Hosea menulis: Umatku binasa karena tidak mengenal Allah (My people are destroyed for lack of knowledge. Hosea 4:6).
Kalau umat Tuhan dibinasakan karena kurang pengetahuan, apalagi para pemimpinnya. Hikmat (wisdom) atau kearifan dan kebijaksanaan hanya kita peroleh dari Tuhan. Pengetahuan dapat kita miliki karena belajar dari Alkitab (I Timotius 3:15), belajar dari orang-orang lain, belajar dari buku-buku dan belajar dari sumber informasi lainnya.
Pemimpin harus rajin belajar. Pelayan Tuhan, para gembala, pendeta, harus rajin belajar dari orang lain (Amsal 27:17, Pengkhotbah 10:10). Zaman ini adalah era informasi. Zaman ini adalah abad ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan dunia kita dalam bidang Iptek maju secara mencengangkan. Perubahan-perubahan dahsyat terjadi karena revolusi Iptek. Pemimpin rohani harus mengantisipasi hal ini, karena banyak teologi sudah rancu karena pengaruh filsafat manusia. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan intelektual.
Prinsip VII:
Pemimpin adalah Pelayan
Kepemimpinan rohani adalah kehambaan, pengabdian dan pengorbanan. Kepemimpinan gereja adalah pengabdian (I Petrus 5:1-3), dan bukan untuk cari uang dan jabatan. Godaan kedudukan adalah salah satu kejatuhan utama para hamba Tuhan. Kepemimpinan rohani bukanlah bergaya majikan, boss atau direktur perusahaan. Pemimpin wajib memiliki hati hamba dan sifat pelayan (Yohanes 13:4-17, Markus 9:35). Para pemimpin harus berjiwa pelayan. (Efesus 6:6-8).
Pemimpin adalah PELAYAN. (Lukas 22:26), dan Yesus, pemimpin agung kita berfungsi sebagai pelayan (Lukas 22:27). Kepemimpinan gereja adalah pengorbanan. Model kepemimpinan kita adalah Yesus Kristus. Para pemimpin sendiri disebut: hamba Tuhan. Jadi, majikannya ialah Tuhan sendiri. Para pemimpin harus bergantung total kepada Tuhan, bukan kepada manusia, kekuatan uang, ekonomi, politik, atau sikon.
Prinsip VIII:
Pekerja keras, rajin berdoa dan berprestasi baik
Para penatua yang baik dan bekerja keras patut dihormati (I Timotius 5:17). Mereka harus orang-orang yang rajin, tidak malas (Roma 12:8). Para pemimpin harus merupakan sosok yang rajin berdoa, rajin melayani, rajin mengajar Firman dan bekerja sekerasnya untuk pertumbuhan gereja dan penyebaran Injil. Bekerja keras berarti juga disiplin dan tidak cengeng. Pemimpin gereja harus berprestasi baik, barulah beroleh kedudukan yang baik (I Timotius 3:13).
Prinsip IX:
Pemimpin adalah komunikator
Pemimpin harus mampu berkomunikasi. Salah satu kelemahan para pemimpin gereja yang dapat menghambat keberhasilan pelayanannya adalah kekurangmampuan untuk berkomunikasi. Komunikasi merupakan unsur penting dalam kepemimpinan. Pernyataan rasul Paulus: "Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal…." (I Korintus 10:33); menunjukkan kemampuannya yang besar sekali dalam berkomunikasi.
Komunikasi bukan sekedar kemampuan berbicara, tetapi kesanggupan melakukan kontak-kontak, melalui beraneka ragam cara. Kehidupan kita dalam suatu masyarakat, apapun segmennya, stratanya atau kelompoknya, mengharuskan kita berkomunikasi, mengarahkan kita untuk mengembangkan dan membina relasi. Allah lebih dahulu berkomunikasi dengan kita, bahkan Ia berusaha selalu mengadakan komunikasi dengan manusia, sejak di taman Eden, dan puncaknya melalui Yesus, serta kini dengan Firman dan Roh Kudus.
Komunikasi kita yang pertama, harus secara kontinyu dengan Tuhan, lewat doa, pujian, penyembahan, berkorban. Kedua, dengan orang-orang yang kita layani. Ketiga, dengan orang-orang luar. Sebagai gembala kita harus mampu berkomunikasi dengan jemaat, apakah itu secara individu dan berkelompok. Kita harus mampu berkomunikasi dengan keluarga sendiri, dengan lingkungan, dengan masyarakat, dengan Pemerintah. Kita harus berkomunikasi lewat khotbah, ceramah, pelajaran dan pelayanan lainnya.
Prinsip X:
Pemimpin musti Siap menghadapi Tantangan dan Menghadapi konflik.
Pemimpin harus memiliki Solusi. Seorang pemimpin rohani harus memiliki kemampuan memanfaatkan peluang-peluang yang ada, dan siap menghadapi tantangan-tantangan yang menghadang. Para pemimpin gereja di zaman modern ini harus memiliki risiko tantangan-tantangan yang canggih pula. Tantangan terdiri dari banyak jenis. Saya hanya utarakan beberapa butir yang aktual saja.
Pertama, tantangan dari godaan keinginan duniawi (I Yohanes 2:16), berupa berkat material, kemakmuran, kedudukan dan kehormatan, uang dan kemewahan, kesuksesan dan keangkuhan, serta seks dan problema keluarga.
Kedua, tantangan dari sikon dunia dengan "penguasanya" (I Yohanes 5:19, II Timotius 3:1-5) berupa kekuatan moneter ekonomi, kekuatan sosial politik, kekuatan bersenjata, kekuatan agama-agama, kekuatan okultisme, kekuatan kultur (budaya), kekuatan massa, kekuatan kompromi, kekuatan tekanan, dan kekuatan penekan ekonomi (kemiskinan).
Ketiga, tantangan dari diri sendiri (Kisah 20:28) yakni: egoisme, tidak terpanggil atau tidak terbeban, tidak memiliki kepemimpinan yang Alkitabiah, tidak memilki semangat dan keberanian, tidak ada visi, cengeng apabila ada kesulitan. Dan problema keluarga.
Keempat, tantangan dari Jemaat dan orang luar, yakni kritik, kecaman, protes, konflik, dan kompetetif antar gereja.
Tantangan harus dihadapi, dilawan, diatasi dan dibereskan/diselesaikan. Seorang pemimpin jangan mengelak atau lari dari tantangan. Tidak ada pilihan: harus siap menghadapinya, harus temukan solusinya.
Strategi dalam menghadapi setiap tantangan, ialah: 1) Koreksi diri sendiri (mawas diri); 2) Lakukan peperangan rohani: Musuh kita adalah iblis dan aparaturnya; Doa dan puasa; Arif, bijaksana dan cerdik; Jangan berkelahi atau bersaing; Yesus sudah menang, kita adalah anak-anak dan pelayan-pelayan Yesus; Roh Kudus pembela dan penolong kita; 3) Jangan menyendiri, galang kebersamaan.
Prinsip XI:
Pemimpin harus bersemangat
Pemimpin bermental kemenangan. "Tuhan menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yosadak, imam besar….." (Hagai 1:14). Rupanya gangguan semangat yang memudar juga dapat mengganggu para pemimpin.
Umat Tuhan di zaman nabi Hagai luntur semangat mereka untuk membangun rumah Tuhan, sampai-sampai Zerubabel dan Yosua ketularan, sehingga Tuhan membangunkan kembali semangat mereka untuk melanjutkan pekerjaan. "Siapa akan memulihkan semangat yang patah?" (Amsal 18:14), karena "semangat yang patah mengeringkan tulang" (Amsal 17:22). Dan Tuhan sanggup memulihkan semangat (Yesaya 57:15).
Dalam situasi dan suasana apapun, pemimpin gereja harus menunjukkan bahwa semangat mereka tidak kendor. Gereja dalam kancah krisis memerlukan pimpinan yang konsisten dengan semangat yang tinggi. Semangat datang dari Tuhan melalui: doa & penyembahan, puji-pujian; Firman dan kesaksian-kesaksian; Kebangunan rohani dan/atau karya Roh Kudus. Pemimpin memiliki semangat menyala-nyala. (Roma 12:11).
Prinsip XII:
Pemimpin harus didoakan
Pemimpin rohani didukung Tim Doa. Para pemimpin gereja adalah manusia biasa. Mereka bukanlah "Superman". Mereka dapat letih, lemah, sakit, luka batin, stress dan jenuh. Mereka harus disokong secara moral dan spiritual. Mereka harus ditopang dengan doa syafaat. Doakan para pemimpin gereja!
Rasul Paulus, seorang pemimpin yang dipakai Tuhan secara istimewa dan luar biasa, dengan jujur menulis beberapa kali memohon, agar ia didoakan. (Efesus 6:19, Kolose 4:3, Ibrani 13:18). Kita wajib menaati dan memiliki roh penundukan kepada pimpinan. (Ibrani 13;17). Mereka yang bekerja keras juga harus dihormati (I Timotius 5:17). Tetapi yang terpenting, kita harus mendoakan mereka. Sebab setiap pemimpin rohani yang sukses, berarti di belakangnya ada pasukan doa yang sedang menyokong. Para pelayan/pemimpin rohani harus terlibat dalam persekutuan doa dan puasa. Harus ada "back-up" dari para pendoa syafaat.
Penutup
Gereja memerlukan pemimpin-pemimpin. "Jikalau tidak ada pemimpin, jatuhlah bangsa" (Amsal 11:14). Gereja tidak akan bertumbuh mencapai kedewasaan, tanpa kepemimpinan (Efesus 4:11-16). Gereja yang tengah bertumbuh dan bergumul dalam dunia yang penuh goncangan dan krisis, memerlukan pimpinan yang solid, yang kekuatannya bertumpu pada asas-asas kepemimpinan yang Alkitabiah.
Bambang Suprianto
Friday, August 16, 2019
Sunday, August 11, 2019
Aug 10, 2019: When We Fast - Pdt Betty Handojo
Hal bersedekah
Hal berdoa
Hal berpuasa
Kenapa kita hrs berpuasa —> melepaskan mata hati kita dari hal2 keduniaan
Puasa ask cara utj mendemonstrasiksb kpd Tuhan dan kpd diri sendiri bahwa kita seeius dalam hubungan kita pada Tuhan, dengan
Kasih Tuhan diberikan utk semua orang tapi perkenanan Tuhan diberikan kepada mrk yg merespon kasih Tuhan
Roma 8:5
Dengan cara:
Mengosongkan diri, waktu kita mengosongkan diri maka 2 raja 4:1-7 janda disuruh Tuhan utk mencari tempayan kosong dan dari sedikit minyak yg dimiliki Tuhan penuhi tempayan2 yg kosong sampai penuh.
Menyiapkan hati utk urapan yg baru (Markus 2:22). Jgn pernah melayani tanpa urapan Tuhan, kita perlu urapan Tuhan yg baru. Dlm Markus 2:22 dikatakan kantong anggur yg lama harus digantikan dng kantong anggur yg baru krn kl masih menggunakan kantong yg lama maka kantong itu hrs baru.krn itu kita juga menyiapkan hati yg baru utk urapan Tuhan dan kita membuang hati yg lama
Tujuan berpuasa:
Utk meremukan jiwa dan mendekatkan diri kepada Tuhan Maz 69:10
Untuk merendahkan diri, bertobat dan melawan keinginan duniawi, Ezra8:21, Maz 35:13, Im 29
Untuk mencari Hadirat Tuhan 2 taw 20:3
Untuk bersiap dalam peperangan rohani Mat 17:21
Untuk mendisiplinkan tubuh kita dari dekeinginan duniawi, salah satu cara utk menyangkal diri. 1 Kor 9:27
Mempertajam pengertian rohani , sehingga memampukan kita utk mengambil keputusan yg benar. Mat 4:10
Utk meminta jawaban Tuhan atas permasalahan kita 2 Taw 20:3-4
Utk mengusir jenis setan tertentu yg hanya bisa diusir dng doa dan puasa
Memberikan kemenangan armtas pencobaan Mat 4:1-2
Membuka belenggu kelaliman dan melepaskan tali kuk yes 58:6, daniel 10:2-3, 12-13
Mengasihi dan berbelas kasihan
Apa manfaat Puasa:
Terang
Kesembuhan
Kebenaran
Kemuliaan
Doa yg terkabulkan
Tuntunan yg berkesinbungan
Kepuasaan hati
Kekuatan diperbaharui
Berkat kehidupan
Pemulihan
Luk 4:7
"Ladang sudah musnah, tanah berkabung, sebab gandum sudah musnah, buah anggur sudah kering, minyak sudah menipis. Para petani menjadi malu, tukang-tukang kebun anggur meratap karena gandum dan karena jelai, sebab sudah musnah panen ladang. Pohon anggur sudah kering dan pohon ara sudah merana; pohon delima, juga pohon korma dan pohon apel, segala pohon di padang sudah mengering. Sungguh, kegirangan melayu dari antara anak-anak manusia. Lilitkanlah kain kabung dan mengeluhlah, hai para imam; merataplah, hai para pelayan mezbah; masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab sudah ditahan dari rumah Allahmu, korban sajian dan korban curahan. Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah Tuhan, Allahmu, dan berteriaklah kepada Tuhan."
Yoël 1:10-14 TB
Sent from my iPhone
http://www.amazon.com/Hearing-God-Getting-Know-Voice by Kathy Cambell
Now more than ever before we need to press into hearing what the Spirit of the Lord is saying today. We need to know Him. This manual will help you in your journey of intimacy with the Lord and bring you to greater understanding of the commands in Scripture to encourage one another. I often will say as I instruct ones in the prophetic that all of the gifts of the Spirit flow through the prophetic. Being a prophetic person is one who is able to hear from God. We all hear from God to a certain extent. The sons of Issachar had understanding of the times and they knew what to do. Having understanding of the times is equal to having words of wisdom, words of knowledge, and discernment flowing through you. If we can hear God's voice then we can hear words of wisdom. If we can hear God's voice then we can hear words of knowledge. If we can hear God's voice we can have discernment. If we can hear God's voice we can have faith to declare those things that are not as though they are. If we can hear God's voice then all of the Gifts of the Spirit will flow through us. More than ever before we need to understand that in the last days, as prophesied by Joel and repeated by Peter, there will be widespread revelations from God. We will not receive revelations from God if we do not hear His voice. God speaks in a variety of ways. The most basic avenues God speaks to us are through the Bible, prayer, people, nature, dreams, and an inner sense of knowing something. Certainly and most definitely we have entered such an occasion. God is speaking today. It behooves all believers to embark on this most exciting journey of learning to hear God?s voice in as many possible ways as God is speaking.